Jumat, 25 September 2015

Ketika Tulisan Bisa Dibisniskan

Bisnis tulisan? Bagaimana bentuk bisnis tersebut? Tulisan apa saja yang bisa dibisniskan? Barangkali pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terlintas di pikiran anda ketika mendengar tentang bisnis tulisan. Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, anda dapat melihat bisnis dari perusahaan yang bergerak di bidang bisnis tulisan berikut ini.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang bisnis tulisan adalah Indscript Creative. Didirikan pada tahun 2007 oleh Indari Mastuti, perusahaan tersebut awalnya adalah sebuah agensi naskah. Agensi ini berperan dalam menjembatani penulis dengan penerbit, dan begitu juga sebaliknya. Selain itu agensi tersebut juga memberikan solusi bagi  penerbit yang memerlukan naskah sesuai permintaan marketing untuk pemenuhan kebutuhan pasar.

Memasuki usia nya yang ke-8 tahun, saat ini Indscript sudah mengembangkan beberapa lini yang khusus menangani hal-hal tertentu. Lini tersebut adalah Indscript Copywriting, Indscript Direct Selling, dan Indscript Training Center.

Sumber: Facebook Indari Mastuti


Untuk urusan yang berkaitan dengan penulisan, seperti penulisan naskah, artikel, konten website, dan lain-lain akan ditangani oleh Indscript Copywriting. Sementara Indscript Direct Selling adalah lini yang khusus menangani bisnis produk-produk yang dihasilkan oleh lini Indscript yang lain, seperti penjualan buku-buku yang naskahnya ditulis oleh penulis dari Indscript Copywriting. Tidak hanya itu, Indscript juga mengembangkan bisnis di bidang pelatihan dengan mengadakan pelatihan yang tema besarnya seputar 2 hal, yaitu penulisan dan bisnis. Untuk bisnis pelatihan ini, lini khusus yang mengelolanya adalah Indscript Training Center.

Para Alumni yang pernah mengikuti Training di Indscript Training Center akan terus bergabung dalam sebuah grup Facebook yang akan terus berkontak dengan Indscript Creative, bahkan tak jarang para alumni tersebut mendapat tawaran menulis dari Indscript Creative. Bagi Indscript Creative, para alumni ini adalah elemen penguat bagi bisnis Indscript Creative secara keseluruhan.



Rabu, 24 Juni 2015

Menu Sederhana Untuk Hari Istimewa

"Gimana,  nih, Mama masih belum dapat orang buat bantuin  masak dan beres-beres untuk lebaran nanti,"  begitu kata Mama saat saya menelpon beliau sore tadi.

Bulan Ramadhan baru berjalan beberapa hari, tapi Mama sudah sibuk mencari orang untuk membantu beliau saat lebaran nanti. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mencari orang yang bersedia untuk membantu pekerjaan rumah tangga pada hari lebaran adalah hal yang sulit. Karena itu lah Mama mulai mencarinya dari jauh-jauh hari sebelum lebaran. Asisten Rumah Tangga (ART)  yang biasanya membantu Mama sudah minta izin untuk mudik ke kampungnya dari  3 hari sebelum lebaran dan baru kembali lagi 3 hari setelah lebaran.

Tentu saja Mama bingung jika nanti benar-benar tidak ada yang bisa membantu saat lebaran tiba. Terbayang betapa repotnya nanti keluarga kami dalam mempersiapkan dan menghadapi lebaran jika Mama tidak berhasil mendapatkan ART pengganti. Tapi saya punya ide sederhana untuk mengatasi situasi ini.

Buat Mama saya, lebaran adalah momen yang spesial. Beliau selalu sibuk dengan persiapan untuk menyambut lebaran. Mulai dari bersih-bersih rumah, membuat kue, serta membuat makanan lainnya. Papa saya pun tak kalah sibuknya. Beliau sibuk merapikan dan memperbaiki kalau ada bagian rumah yang rusak. Bagi Papa, memastikan rumah serta halaman yang bersih dan rapi adalah salah satu cara beliau menyambut kami yang pulang kampung untuk merayakan lebaran. Kegiatan Papa biasanya dibantu oleh tukang yang memang sudah sering bekerja membantu perbaikan di rumah kami.

Begitulah suasana persiapan lebaran di rumah orang tua saya. Pada satu kesempatan saya pernah menyampaikan kepada kedua orang tua saya agar tidak lagi terlalu sibuk mempersiapkan semuanya. Karena seiring bertambah lanjutnya usia beliau, tentunya tenaga beliau juga sudah makin berkurang. Jika tetap memaksakan bekerja yang berat-berat, khawatirnya akan kelelahan saat lebaran tiba. Saya menyarankan kepada Mama agar beliau tidak usah lagi memasak terlalu banyak makanan, apalagi dengan jenis masakan yang begitu banyak variasinya.

Beberapa Hidangan Lebaran Di Rumah Mama
Mama menyikapi saran ini dengan jawaban bahwa beliau senang melakukan semua kegiatan tersebut. Menurut beliau, lebaran adalah saatnya bagi beliau untuk memanjakan anak dan keluarga yang sekali-sekali pulang kampung. Salah satunya adalah dengan menyajikan berbagai masakan untuk hidangan lebaran. Beberapa masakan yang sering Mama buat adalah rendang, ketupat sayur, gulai ikan, dan sop daging. Belum lagi kue-kue kering, puding, kolak, dan kue bolu yang melengkapi hidangan yang disajikan Mama.

Banyak makanan yang enak-enak. Itulah kenangan yang selalu teringat dalam pikiran saya jika membahas tentang lebaran bersama Mama. Merupakan suatu kebahagiaan bagi Mama jika kami bersemangat memakan hasil masakan beliau. Untuk menyiapkan semua masakan tersebut biasanya Mama dibantu oleh ART pengganti atau orang-orang di sekitar rumah kami yang memang bersedia dibayar untuk melaksanakan pekerjaan rumah tangga di hari lebaran. Tapi beberapa tahun terakhir ini sulit untuk mendapatkan orang-orang tersebut.
 
Pernah juga kami tidak berhasil mendapatkan ART saat lebaran beberapa tahun yang lalu, tapi saat itu kondisinya berbeda dengan sekarang. Ketika itu saya dan adik-adik saya belum ada yang menikah. Kami berbagi tugas untuk menjalankan pekerjaan tersebut. Dengan formasi empat orang bersaudara yang semuanya perempuan, pekerjaan itu tidak terlalu sulit untuk kami selesaikan.

Suasana Lebaran

Berbeda dengan kondisi  kami pada lebaran kali ini. Sekarang saya dan dua orang adik saya sudah menikah. Sebagian dari kami tidak lagi tinggal bersama Mama dan pulang ke kampung hanya beberapa hari sebelum lebaran. Saat ini jumlah keluarga kami juga sudah bertambah dengan hadirnya anak-anak kami yang usianya masih kecil-kecil. Untuk mengurus anak masing-masing saja rasanya kami sudah kehabisan waktu. Jadi, sulit bagi kami untuk berbagi tugas seperti dulu lagi.

Sebuah ide terlintas dalam pikiran saya jika memang nanti Mama tetap ingin menyajikan masakan dengan berbagai variasi. Idenya adalah agar memilih menu masakan yang sederhana dan mudah dibuat sebagai tambahan variasi masakan Mama. Jadi kalau nanti kekurangan tenaga karena tidak ada ART, kita tidak terlalu repot untuk membuatnya. Untuk resep menu sederhananya, bisa didapat dari saya atau pun dari adik-adik saya.

Saya berencana nanti akan membuat sarapan ala Naufal dan Nauzan, kedua anak saya, sebagai tambahan variasi hidangan sarapan. Menunya sederhana saja, makanan dari roti tawar yang digabungkan dengan beberapa bahan makanan lain.  Menu itu adalah Roti Meses Keju, Roti Bakar Meses Keju dan Roti Gulung Goreng. Menu ini sering saya buat untuk sarapan Naufal dan Nauzan di rumah karena bahannya yang tidak terlalu sulit untuk didapat dan cara membuatnya yang tidak membutuhkan waktu lama.

Untuk membuat Roti Meses Keju atau Roti Bakar Meses Keju, bahan yang perlu disiapkan adalah roti tawar, margarin, meses, dan Keju Kraft Cheddar. Cara membuatnya mudah, oleskan margarin pada permukaan roti, lalu taburkan meses, terakhir taburkan Keju Kraft Cheddar parut. Sedangkan untuk membuat roti bakar caranya sama saja, perbedaannya hanya pada roti tawarnya yang dipanggang dulu.

Lapisan Roti Gulung
Sementara itu untuk membuat Roti Gulung Goreng, bahan yang dibutuhkan adalah roti tawar, Keju Kraft Singles, sosis, telur, tepung panir, margarin, dan minyak goreng. Cara membuatnya adalah susun bahan-bahan tadi dengan urutan: roti tawar, Keju Kraft Singles, dan sosis. Kemudian ketiga lapis bahan ini digulung. Setelah itu celupkan gulungan ini pada telur yang telah dikocok, lalu gulingkan pada tepung panir. Oh ya, sebelum digulung, sosisnya digoreng dulu sebentar dengan margarin. Selanjutnya goreng gulungan tadi sampai berwarna kuning kecoklatan. Bentuk akhir dari menu ini mirip dengan risoles. Bahkan ada juga yang menyebutnya Risoles Roti Tawar.

Ketiga menu ini lah yang rencananya akan saya buat untuk menambah variasi hidangan sarapan yang disajikan oleh Mama di hari lebaran nanti. Kalau biasanya Mama yang sibuk memikirkan dan menyiapkan hidangan untuk lebaran, kali ini saya ingin membantu beliau menyiapkan sarapan dengan menu yang sederhana ini. Tentu nanti akan ada ide menu sederhana lainnya dari adik-adik saya.

Walaupun sederhana, menu tersebut juga mengandung nilai gizi. Hal itu dapat dilihat dari kandungan bahan-bahan yang digunakan. Ada karbohidrat pada roti tawar dan coklat mesesnya. Serta adanya kandungan protein pada sosis dan Keju Kraft yang digunakan. Selain mengandung protein, Keju Kraft juga mengandung lemak, vitamin D dan Kalsium. Zat-zat tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tidak hanya bergizi, keju ini juga menambah cita rasa pada makanan. Dengan tambahan keju, menu roti tawar ini terasa gurih dan enak.

Keju Kraft yang saya gunakan pada menu ini adalah Keju Kraft Cheddar yang berbentuk balok dan Keju Kraft Singles yang berbentuk lembaran. Masing-masing jenis keju ini tersedia dalam kemasan dengan berbagai ukuran. Keju Kraft Cheddar tersedia dalam ukuran 175 g, 75 g dan ukuran mini 35 g. Sementara itu, Keju Kraft Singles tersedia dengan kemasan 12 dan 6  lembar. Tinggal dipilih mana yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk Keju Kraft dengan jenis yang ini, cukup mudah didapatkan di mini market, bahkan di warung terdekat. Ada jenis lain dari Keju Kraft, yaitu Keju Kraft Bakery, Keju Kraft Quick Melt, dan Keju Kraft Singles Rendah Lemak. Ketiga jenis keju ini biasanya tersedia di supermarket atau di toko khusus bahan kue.


Roti Gulung Goreng Siap Untuk Disantap
Tambahan Keju Kraft pada ketiga menu roti tawar tadi membuat menu sederhana tersebut menjadi hidangan sarapan yang menarik dan mempunyai nilai gizi. Mudah-mudahan Mama senang dengan ide ini.  Terima kasih, ya, Ma untuk hidangan lezat dan bergizi yang selalu Mama sediakan untuk kami. Walau hanya menu sederhana, semoga kali ini kami juga bisa menyiapkan hidangan yang lezat dan bergizi.  Dengan ide menu sederhana ini, saya berharap keluarga kami tetap bisa menyajikan hidangan yang bervariasi walaupun seandainya nanti Mama tidak berhasil mendapatkan ART pengganti. Semoga sulitnya mendapatkan ART pengganti tidak lagi menjadi masalah serius buat Mama.

Minggu, 17 Mei 2015

Ketika Sang Pemenang Tidak Memenuhi Syarat dan Ketentuan Lomba

Keputusan juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Juri memiliki wewenang mutlak dan keputusan juri tidak bisa diganggu gugat atas para pemenang. Kalimat-kalimat ini tentu sering kita jumpai dalam berbagai perlombaan. Tidak ada yang salah dengan kalimat ini karena sebenarnya hal ini diperlukan untuk ketegasan penjurian dalam perlombaan tersebut. Tapi bagaimana jika dalam keputusan hasil perlombaan  tersebut ada hal-hal yang tidak sesuai ketentuan? Apakah kita tetap tidak bisa mempertanyakan keputusannya?

Belum lama ini saya mendapatkan pengalaman yang menimbulkan pertanyaan dalam pikiran saya. Kejadiannya ketika saya mengikuti salah satu lomba menulis yang diadakan oleh suatu instansi atau perusahaan yang cukup besar. Hadiah utamanya pun lumayan mahal, sebuah benda dengan harga kurang lebih Rp. 10 juta. Wow. Dalam syarat dan ketentuan lomba ini disebutkan tentang peraturan teknis dan peraturan artikel yang dilombakan. Ketentuan itu antara lain, ada tema tulisan, kata kunci, back link ke website tertentu, jumlah kata minimal atau maksimal dalam artikel, hal apa yang boleh dimasukkan dan tidak boleh dimasukkan ke dalam konten artikel, dan juga adanya aturan bahwa dalam artikel tersebut harus memuat info tentang lomba itu sendiri. Beberapa peraturan ini tentu sudah biasa kita temui dalam berbagai lomba menulis, baik lomba dalam skala kecil atau pun lomba dalam skala besar.

Sebagai peserta lomba, saya dan juga penulis lain yang ikut tentu saja berusaha mengikuti ketentuan-ketentuan tersebut karena dalam aturan tersebut jelas-jelas disebutkan bahwa tulisan yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan di atas akan didiskualifikasi atau pun otomatis gugur. Jadi, yang ada dalam pikiran saya adalah walaupun tulisan kita bagus, tulisan itu tidak akan dinilai jika tidak mengikuti syarat dan ketentuan lomba.

Tapi saya terkejut ketika melihat hasil pengumuman lomba karena sang pemenang utama tidak memenuhi beberapa ketentuan lomba tersebut. Serta ada beberapa pemenang lain yang juga tidak memenuhi syarat dan ketentuan lomba. Sementara jika saya perhatikan, di antara para pemenang lainnya ada yang artikelnya juga bagus dan memenuhi syarat dan ketentuan lomba, kenapa bukan dia yang jadi pemenang utama?

Kalau soal isi tulisan dan gaya bahasa artikel yang menjadi pemenang, itu tidak menjadi masalah buat saya. Karena isi dan gaya tulisan yang akan dimenangkan tentu yang sesuai dengan keinginan dan tujuan pihak penyelenggara. Sering kita temukan bahwa ada artikel yang menurut kita bagus ternyata tidak menang dalam suatu perlombaan dan yang menang adalah artikel yang menurut kita biasa-biasa saja. Mungkin saja sudut pandang dan gaya bahasa sang pemenang sesuai dengan yang diharapkan juri. Tapi selama artikel yang menang tersebut memenuhi syarat dan ketentuan lomba, itu adalah hal yang biasa saja.

Pertanyaan yang mengusik pikiran saya adalah lalu apa gunanya syarat dan ketentuan tersebut dicantumkan jika artikel yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan tetap bisa memenangkan lomba? Saya sepakat dengan kalimat 'Juri memiliki wewenang mutlak dan keputusan juri tidak bisa diganggu gugat atas para pemenang', tapi tentunya berharap agar dalam menentukan keputusannya juri benar-benar memperhatikan syarat dan ketentuan yang mereka umumkan sendiri. Bagaimana para pembaca semua, apakah anda pernah mengalami kejadian seperti yang saya alami?

Sabtu, 29 November 2014

Belajar Menulis Feature: Messi Pecahkan Dua Rekor Penting

"Ketika mencetak gol, saya tidak pernah menyangka bisa memecahkan berbagai rekor," komentar Lionel Messi melalui akun resmi facebooknya sehubungan dengan keberhasilannya memecahkan rekor top skorer baru - baru ini. Tidak hanya satu rekor yang dipecahkan oleh Messi, melainkan ada dua rekor top skorer yang berhasil dipecahkannya. Hebatnya lagi, keberhasilan itu terjadi dalam waktu yang berdekatan, yaitu pada Minggu, 23 November 2014, di pertandingan Liga Spanyol dan Rabu, 26 November 2014, di pertandingan Liga Champion.

Sumber: www.goal.com

Pemain sepak bola asal Argentina yang saat ini bermain di klub Barcelona, Spanyol, ini memang baru saja menambah koleksi golnya pada pertandingan di kedua Liga bergengsi itu. Tambahan gol tersebut membuatnya mengalahkan jumlah gol pemegang rekor sebelumnya. Di Liga Spanyol, Messi mematahkan rekor Telmo Zarra, pemain legendaris Athletic Bilbao, yang mengoleksi 251 gol. Sementara Messi berhasil mengumpulkan 253 gol. Sedangkan di Liga Champion, Raul Gonzales sebagai pemegang rekor sebelumnya dengan koleksi 71 gol, harus mengakui keunggulan Messi. Saat ini Messi telah berhasil mengumpulkan 74 gol, unggul 3 gol dari mantan pemain Real Madrid itu.
Meski demikian, Messi tetap sosok yang rendah hati. "Saya mampu melakukannya karena dukungan berbagai pihak," ujarnya merendah.

Jumat, 24 Oktober 2014

Naufal dan Baju Bolanya

Naufal Kecil dengan Baju Barca-nya
"Naufal perginya pakai baju bola ya, ma."

"Tapi kita kan mau lebaran ke rumah saudara, nak, bukannya mau ke lapangan bola."

"Biarin aja, pokoknya Naufal ga mau pakai baju yang lain, maunya tetap pakai baju bola!"

Perdebatan ini terjadi antara saya dan Naufal, putera sulung saya, ketika kami hendak pergi silaturahim ke rumah saudara pada Hari Raya Idul Fitri tiga tahun yang lalu. Saat itu Naufal masih berumur 4 tahun.

Dia memang sangat menyukai olah raga sepak bola, termasuk juga olah raga futsal, serta menyukai hal - hal yang berhubungan dengan olah raga tersebut. Salah satu kegemarannya adalah memakai kostum tim yang sedang dia sukai. Hampir di setiap kesempatan dia memakai kostum tersebut, Naufal menyebut kostum itu baju bola.

Kakak Naufal dan Adek Nauzan
Jalan - Jalan sekaligus Olah Raga di Taman Kota BSD
Jika baju bola itu dipakainya untuk bermain sepak bola tentu saja tidak ada masalah, atau tidak apa - apa juga kalau dia memakainya ketika kami pergi jalan - jalan ke taman kota dan sekaligus berolah raga di sana. Tapi bagaimana jika dia ingin tetap memakai baju itu untuk kunjungan hari raya ke rumah saudara atau bahkan ketika menghadiri pesta pernikahan salah seorang teman kantor papanya Naufal yang diadakan di gedung? Saya pikir ini bukanlah hal yang tepat.

Kejadian seperti itu tidak hanya berlangsung satu atau dua kali, tetapi sering kali terjadi. Jadi kalau mau bepergian, seringnya kami bertengkar dulu soal baju. Huuft...kadang udah cape duluan sebelum berangkat.

Sebagai mamanya Naufal, saya berharap Naufal bisa mengikuti aturan - aturan yang ada dalam hidup ini, tentu saja aturan tersebut harus disesuaikan dengan usianya. Memang kisah ini "hanya" mengenai baju bola dan itu terjadi saat usia Naufal masih kecil, tapi menurut saya ini adalah hal yang penting karena kalau anak tidak dibiasakan sejak kecil dan tidak dimulai dari hal - hal yang kecil, bukan tidak mungkin dia tumbuh menjadi anak yang mau seenaknya saja.

Mengenalkan aturan dan mengajarkan Naufal untuk mengikuti aturan menjadi tantangan tersendiri buat saya dan suami. Ini bukanlah pekerjaan yang mudah karena Naufal adalah anak yang sifatnya keras dan juga kritis. Belum lagi tantangan dari pihak - pihak lain yang berbeda pendapat dengan saya. Berbagai komentar saya terima ketika berusaha mengajarkan Naufal tentang aturan, salah satu komentar itu adalah "Anaknya kan masih kecil, ya udah biarin aja..."  Benar juga, sih, orang tidak akan mempermasalahkan ketika seorang anak kecil salah kostum untuk suatu acara. Tapi saya tetap pada prinsip yang tadi, ingin mengajarkan anak untuk mengenal aturan mulai dari hal - hal yang kecil dan dimulai sejak dini.

Memakai Kostum Kesebelasan Kampung Halaman Kami,
Semen Padang
Untuk menjawab tantangan ini, saya berusaha mencari cara untuk bisa berkomunikasi yang asyik dengan Naufal. Saya mencoba untuk terlibat dalam kegiatan sepak bolanya, misalnya dengan mengantarkannya jika dia ingin bermain sepak bola ke lapangan, menjadi teman ngobrolnya saat dia bercerita tentang pemain - pemain bola yang dia sukai, ikut memberi komentar tentang pertandingan bola yang ditontonnya kemarin, tak jarang pula saya membeli dan memakai kostum bola yang sama dengan Naufal.

Untungnya dulu saya juga hobi nonton bola, jadi paling tidak, saya juga tahu nama beberapa pemain bola dan sedikit mengerti tentang permainan sepak bola. Sepertinya Naufal senang karena saya juga menyukai dan mengerti tentang hobinya. Wah, ternyata hobi saya nonton bola ada manfaatnya juga saat sudah menjadi ibu - ibu seperti sekarang. Sedangkan untuk menemani dan ikut bermain bola di lapangan, itu menjadi bagian papanya Naufal.

Seringnya melakukan kegiatan bersama membuat komunikasi saya dan Naufal makin lancar. Kami bercerita tentang banyak hal, salah satunya tentang baju bola.

"Naufal suka banget ya, nak, pakai baju bola? Kok pakai baju bola nya hampir setiap hari dan kemana - mana maunya pakai baju bola?"

"Iya, dong, ma... Kan biar keren dan hebat seperti Messi dan Ronaldo."

"Lho, memangnya Messi dan Ronaldo pakai baju bola terus?"

"Ituu...coba aja mama lihat di Tv dan di koran, mereka pakai baju bola terus, kan?"

Waduh, ternyata Naufal mengira Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang menjadi pemain idolanya itu selalu pakai baju bola seperti yang dia lihat di Tv dan koran. Anak - anak memang memahami sesuatu dari apa yang dilihat dan didengarnya, jika informasi yang didapatkannya kurang lengkap bisa jadi akan timbul pemahaman yang salah.

Hm...sepertinya saya harus meluruskan pemahaman Naufal tentang hal ini. Lalu saya mencoba browsing di internet untuk mencari foto para pemain tersebut ketika tidak sedang bertanding dan tentunya tidak sedang memakai kostum kesebelasan mereka. Foto tersebut kemudian saya perlihatkan kepada Naufal.
"Coba, deh, Naufal lihat, ini foto Messi dan Ronaldo ketika tidak sedang main bola, bajunya juga baju biasa kan, nak, bukan baju bola."

Naufal terdiam, sepertinya dia baru menyadari kalau ternyata Messi dan Ronaldo juga punya baju lain selain baju bola... hehehe.

Melihat suasana yang cukup bersahabat ini, saya menawarkan kepada Naufal sebuah kesepakatan tentang baju bola. Isi kesepakatan itu adalah bahwa baju bola lengkap dengan atributnya hanya dipakai untuk bermain bola atau kegiatan olah raga lainnya.

Untuk kegiatan bepergian yang tidak terlalu resmi, atasannya boleh pakai baju bola, tapi bawahannya bukan celana bola, bisa pakai celana jeans atau celana untuk bepergian yang terbuat dari bahan lain. Sedangkan kalau mau pergi ke acara yang resmi, pakaiannya harus disesuaikan dengan acara tersebut.

"Kalau di rumah gimana, ma? Boleh ga pakai baju bola?"

Seperti biasa, akan selalu ada sanggahan atau pertanyaan dari Naufal yang kadang - kadang sulit untuk dijawab. Setelah adu argumen dengan Naufal akhirnya diputuskan baju bola boleh dipakai di rumah dengan catatan, pakai baju bolanya tidak boleh setiap hari.

Salah Satu Hasil Kesepakatan,
Baju Bola + Celana Jeans
Butuh waktu yang cukup lama juga sampai akhirnya Naufal mau menerima tawaran ini. Bisa jadi dia akhirnya menerima karena merasa saya sudah berada di pihak yang sama dengan dia sebagai sesama penggemar bola atau bisa juga karena akhirnya dia tahu kalau ternyata pemain bola idolanya tidak selalu pakai baju bola. 

Pelaksanaan kesepakatan ini berjalan penuh warna - warni, huru - hara dan banyak pelanggaran. Kalau ini diumpamakan sebuah pertandingan sepak bola, mungkin sudah banyak kartu kuning atau bahkan kartu merah yang bertaburan gara - gara pelanggaran tersebut. Tapi setidaknya, Naufal sudah mulai belajar mengikuti aturan. Alhamdulillah setelah 3 tahun menjalankan aturan ini, tidak ada lagi keinginan Naufal untuk pergi lebaran atau kondangan pakai baju bola.

Ini adalah cerita dan cara saya. Tentunya para mama yang lain juga punya cerita dan cara tersendiri dalam mendidik buah hatinya karena Every Mom Has A Story.

Seorang mama merupakan seseorang yang punya peranan penting dalam mendidik anaknya, tidak peduli apakah dia ibu bekerja atau pun ibu yang tinggal di rumah. Kalau pun ada perbedaan pandangan dan pilihan, itu terjadi karena kondisi masing - masing orang yang tidak sama.

Satu hal yang sama dari seorang mama adalah dia ingin melakukan dan memberikan yang terbaik untuk putera - puterinya. Jadi, dari pada sibuk mengomentari apalagi menyalahkan orang yang berbeda pilihan dengan kita, lebih baik berjuang saja untuk kebahagiaan anak kita masing - masing dan buat cerita yang indah saat bersama mereka. Stop Mom War and Be A Happy Mother.

'Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Every Mom Has A Story #stopmomwar'