Selasa, 29 November 2016

Mukhoyyam SD Afista, Bukan Sekadar Kegiatan Kemah Biasa

Bagi sebagian orang, barangkali kata mukhoyyam masih cukup asing di telinga mereka. Mukhoyyam merupakan kata dalam bahasa arab yang artinya perkemahan. Nah, jika mendengar kata kemah atau perkemahan tentu para pembaca sekalian sudah paham apa yang dimaksud dengan mukhoyyam.

Tanggal 21-23 November 2016 lalu, SD Al-Fityan School Tangerang (SD Afista) mengadakan kegiatan mukhoyyam di Kampoeng Kalapa, Balaraja, Banten. Acara yang berlangsung selama 3 hari 2 malam ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 3,4, dan 5 SD. Namun, apakah kegiatan mukhoyyam SD Afista ini sama dengan kegiatan perkemahan pada umumnya? Mari kita simak apa saja kegiatan yang dilaksanakan pada acara  tersebut.

Kegiatan tidur di tenda dan menjelajah alam sekitar adalah hal yang lazim dilaksanakan dalam sebuah acara perkemahan. Tapi pada acara mukhoyyam SD Afista ini, kegiatannya tidak terbatas hanya pada hal-hal tersebut saja. Ada beberapa kegiatan lain yang juga dilaksanakan demi tercapainya tujuan mukhoyyam ini.

Adapun tujuan Mukhoyyam SD Afista adalah:
1. Menguatkan Aqidah.
Terkait Aqidah, pembelajaran di kelas hanya sekedar pengetahuan, maka di mukhoyyam ini bentuk penguatan aqidah para siswa akan dibangun. Para siswa harus yakin bahwa tidak ada yang patut ditakuti kecuali Allah. Pantang bagi mereka takut setan. Maka para guru akan terus memotivasi keberanian mereka di alam.

2. Memahamkan kepada para siswa tentang kehidupan yang sesungguhnya.
Kenapa mukhoyyam harus menginap dan tidur di tenda? Hal ini untuk memahamkan kepada para siswa bahwa tidak selamanya mereka akan hidup enak dan selalu  bersama orang tua. Berkemah juga merupakan simbol dari sebuah kehidupan nyata. Akan ada konflik dengan keluarga, tetangga dan pemerintah. Maka di mukhoyyam ini mereka akan belajar menghadapi konflik, belajar bekerja sama serta belajar mengatasi masalah bersama.

3. Penguatan jasadiyah (fisik)
Melalui kegiatan dan permainan yang telah disiapkan tim panitia, para siswa dilatih kekuatan fisiknya karena dalam sebuah hadist disampaikan bahwa 'Mu'min yang kuat lebih dicintai Allah dari pada mu'min yang lemah' (HR. Muslim)

Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut maka panitia mengadakan beberapa kegiatan seperti solo camp, shalat berjama'ah di alam terbuka, outbond, dan bakti sosial.

Solo camp merupakan kegiatan menjelajah alam di sekitar perkemahan pada malam hari. Dengan berbekal senter, mereka membelah kegelapan sambil melaksanakan tugas menghafal Qur'an Surat Luqman beserta artinya. Pada kegiatan penjelajahan tersebut ada beberapa pos yang harus didatangi dan di tiap pos tersebut mereka harus menyetorkan hafalan.

Dalam Qur'an surat Luqman terdapat ayat yang berisi tentang larangan menyekutukan Allah. Menghafal dan memahami arti ayat tersebut merupakan kegiatan yang terkait dengan tujuan pertama mukhoyyam ini, yaitu tentang penguatan aqidah. Selain menyetor hafalan, di pos-pos tersebut mereka juga diberi pemahaman untuk tidak menyekutukan Allah dan senantiasa berbuat baik serta hormat kepada orang tua.

Siswa-siswi ini sungguh luar biasa, para orang tua sangat terharu ketika mendapatkan informasi dari para guru pendamping bagaimana anak-anak mereka berhasil mengatasi berbagai ketakutan. Terbayang tubuh-tubuh mungil itu berjuang melawan rasa takut di tengah kegelapan malam. Ketakutan lain yang juga harus mereka hadapi adalah ketakutan saat berada tempat yang masih asing. Mereka mampu melakukan ini semua karena adanya rasa yakin bahwa tidak ada yang patut ditakuti kecuali Allah. Hal ini sesuai dengan tema mukhoyyam kali ini, yaitu 'Saya Muslim, Hanya Takut Kepada Allah'.

Kegiatan lainnya adalah outbond. Dipimpin oleh guru mereka, para siswa melakukan aktifitas fisik yang cukup banyak namun menyenangkan. Terlihat wajah-wajah ceria para siswa saat menyusuri pematang sawah, melewati kolam yang airnya cukup dalam, melewati jalanan berlumpur, serta mengikuti berbagai permainan yang seru. Terpeleset, terjatuh, bangkit lagi serta badan penuh lumpur adalah pemandangan yang banyak terlihat pada kegiatan outbond ini. Namun walau lelah, mereka tetap happy.

Para siswa juga belajar banyak hal ketika mengikuti berbagai permainan. Permainan-permainan tersebut ada yang menuntut kerjasama dalam tim, ada yang menantang logika mereka untuk menyelesaikan masalah, serta ada juga yang membutuhkan fisik serta nyali yang kuat. Di sini para siswa belajar bagaimana bekerja sama dalam tim, menempatkan orang-orang sesuai kemampuannya, memahami keterbatasan fisik anggota dalam regu, dan lain sebagainya.

Pengalaman lain yang tak kalah pentingnya adalah pengalaman belajar untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi. Hidup di alam terbuka tidaklah senyaman hidup di rumah dengan berbagai fasilitas yang memudahkan. Untuk itu, para siswa dilatih untuk menguatkan fisik mereka, termasuk untuk tetap makan saat mereka mendapati menu makanan yang mungkin tidak sesuai dengan selera mereka.

Akhirnya rangkaian kegiatan mukhoyyam ini ditutup dengan acara bakti sosial dengan membagikan bingkisan kepada warga sekitar. Bingkisan tersebut berasal dari sumbangan para siswa  yang telah mereka kumpulkan sebelum berangkat mukhoyyam.

Tidak mudah memang bagi para siswa untuk melewati dan mengatasi berbagai kondisi yang terjadi di lapangan. Namun itulah mereka, generasi penerus yang sedang belajar memaknai hidup lewat kegiatan di alam terbuka. Dengan semua kegiatan mukhoyyam ini, diharapkan para siswa tidak hanya belajar soal bagaimana rasanya tidur di tenda dan mengenal alam sekitar, namun juga belajar bagaimana menjadi muslim yang ta'at, kuat, dan peduli pada lingkungan.


(Dirangkum berdasarkan informasi dari pihak sekolah, perwakilan komite yang ikut mendampingi ke lapangan, curhatan para orang tua serta tentunya dari cerita ananda tercinta yang mengikuti kegiatan mukhoyyam ini)
 

Kamis, 29 September 2016

Selamat Berkemah, Nak...!

"Aku kebagian tugas bawa panci dua buah, Ma," seru Syuja sepulang sekolah beberapa hari yang lalu. Selanjutnya dia serius menjelaskan perlengkapan apa yang harus dibawa untuk Acara Kemah Pramuka yang diadakan di sekolahnya mulai hari kamis ini. Peserta kegiatan ini terdiri dari siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Alfityan School Tangerang. Acaranya berlangsung selama dua hari.

Buat Syuja, ini merupakan kemah pertamanya tanpa ditemani papa dan mama. Sebelumnya saya dan keluarga besar memang pernah beberapa kali mengajak anak-anak kemping bersama. Tentu saja itu adalah kemping yang santai dan nyaman. 

Target kami hanya mengenalkan alam lebih dekat kepada anak-anak dan memperlihatkan betapa serunya bermain di alam. Belum ada target untuk hal-hal lain, apalagi tentang kemandirian.

Sejak beberapa hari yang lalu, saya sebagai mamanya Syuja sibuk membantunya menyiapkan perlengkapan tersebut. Mulai dari mencari tali tambang pramuka, SKU, tongkat, patok, peluit, termasuk menyiapkan panci yang menjadi tugas Syuja tadi.

Tapi ternyata bukan hanya saya yang sibuk seperti ini, pada umumnya ibu-ibu dari temannya Syuja juga demikian. Apalagi buat yang anaknya juga baru pertama kali kemah. Hmm... Ternyata kami para ibu-ibu memang begitu. Selalu rempong. Hehehe...

Ikut berkemah bersama teman- teman dan guru di sekolah tentu berbeda dengan kemah bersama keluarga. Apalagi kemah dalam konteks Acara Pramuka. Banyak hal yang akan dilatih di sini, seperti kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, toleransi dan lain sebagainya.

Walau dulu saat sekolah dan kuliah saya cukup sering ikut berbagai kegiatan di alam seperti ini, ternyata rasanya berbeda ketika saya sudah menjadi ibu-ibu seperti sekarang. Rasa khawatir itu tetap ada. 

Tapi saya mencoba untuk sedikit 'tega' membiarkan Syuja melewati bebagai tantangan dalam kegiatan hari ini dan besok. Semoga Syuja bisa belajar banyak hal di acara kemah ini. Dan mudah-mudahan pembelajaran ini bisa menjadi salah satu bekal nantinya untuk bisa menjadi pemuda Islam yang beriman, mandiri, tangguh, dan dapat diandalkan. Semoga Allah memudahkan...

Mama ga sabar mendengar cerita seru dari Syuja bersama teman-teman dan kakak pembina. Selamat mengikuti acara kemah ini, Nak... Semoga acaranya lancar dan berkesan. 

Rabu, 21 September 2016

Pagi Penuh Semangat di Alfityan School Tangerang

Wajah-wajah penuh semangat tampak mewarnai rombongan dengan kostum bernuansa biru pagi itu. Anak-anak dengan beragam variasi usia terlihat bersemangat berjalan kaki bersama orang tua mereka. Bahkan tampak juga stroller yang mengangkut bayi dan batita  ikut meramaikan rombongan yang memenuhi salah satu ruas jalan di Kompleks Perumahan Dasana Indah, Bojong Nangka, Tangerang.
Peserta Fun Walk Milad 10 Tahun Afista

Rombongan tersebut adalah Keluarga Besar Alfityan School Tangerang yang sedang berpartisipasi pada acara Fun Walk Milad 10 Tahun Afista. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Acara Puncak  Peringatan Milad Afista yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, Tanggal 17 September 2016.

Antusiasme peserta sudah terlihat sejak pukul 6.15, dimana beberapa keluarga sudah hadir di Alfityan untuk mengambil tanda peserta di meja panitia Fun Walk. Menjelang pukul 07.00 WIB makin banyak peserta yang datang dan memenuhi halaman serta lapangan Alfityan.

Gerimis yang sempat hadir pada pagi itu tidak menyurutkan semangat para peserta. Sambil meneduh menunggu gerimis reda, peserta tetap setia menunggu instruksi selanjutnya dari panitia Fun Walk. Akibat gerimis ini, start yang dijadwalkan pukul 07.00 WIB jadi tertunda hingga akhirnya start dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB.

Start Fun Walk
Pelepasan rombongan oleh Ustadz Syarif, Direktur Alfityan School Tangerang, menandai start-nya acara Fun Walk ini. Sebelumnya beliau sempat memberikan sepatah dua patah kata di hadapan para peserta Fun Walk serta memimpin do'a bersama sebelum acara dimulai.

Rute yang dilalui peserta adalah Alfityan - SD Kampung Bambu - Apotek Dewi - Depan Dasana Centre - Belakang Kelurahan - Ceria Mart - Alfityan.

Gema takbir mengiringi langkah peserta yang berjalan tertib mengikuti instruksi yang diberikan oleh Koordinator Lapangan pada acara ini. Bertindak sebagai Korlap adalah Pak Yoga, salah seorang guru olah raga SD Alfityan. Beliau dibantu oleh bapak-bapak guru dari SD dan SMP, serta bapak-bapak dari elemen lain dalam ruang lingkup Afista. Bapak-bapak ini dengan sigap menjaga keamanan dan merapikan barisan rombongan selama Fun walk berlangsung.

Pembagian Kupon DoorPrize
Di sepanjang perjalanan, terlihat suasana akrab dan ceria di antara para peserta. Hal lain yang menambah daya tarik dari Fun Walk ini adalah adanya DoorPrize yang disediakan oleh sponsor bagi peserta Fun Walk. Uniknya lagi, kupon DoorPrize dibagikan di tengah rute perjalanan Fun Walk. Jadi, hanya peserta yang mengikuti rute yang telah ditentukan panitia saja yang akan mendapatkan kupon DoorPrize. Peserta yang beruntung mendapatkan DoorPrize akan diumumkan nomor kuponnya di panggung utama di sela-sela rangkaian acara panggung.

Kurang lebih 30 menit setelah start, rombongan yang berada di barisan awal sudah menyelesaikan rute Fun Walk dengan sempurna dan sudah tiba kembali di Alfityan. Kemudian diikuti oleh rombongan di barisan berikutnya. Menjelang pukul 09.00 WIB, seluruh peserta Fun Walk yang diperkirakan berjumlah sekitar 1500-an orang sudah finish di Alfityan dalam kondisi sehat dan tetap semangat untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya.

Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh Panitia Milad 10 Tahun Afista, yang diketuai oleh Bapak Ustadz Sulthoni serta Wakil Ketua Ibu Denny Nurfarida. Dukungan dari komite masing-masing unit juga merupakan hal penting dalam tercapainya keberhasilan tersebut. Namun, tidak dipungkiri juga bahwa dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan-kekurangan yang bisa dijadikan catatan bagi panitia dan Insya Allah akan diperbaiki pada event-event selanjutnya.

Banyak cerita yang mengiringi acara Fun Walk ini, ada yang menyampaikan bahwa rutenya  cukup membuat betis mereka pegel luar biasa, ada yang menyatakan bahwa rute tersebut lumayan jauh tapi masih oke untuk ditempuh, namun ada pula yang mengatakan bahwa rute itu terlalu santai dan butuh rute yang lebih menantang.

Tentu munculnya berbagai pendapat ini adalah hal yang wajar, mengingat peserta Fun Walk kali ini terdiri dari peserta dengan usia yang beragam serta kondisi yang berbeda-beda pula. Namun apa pun itu, semoga acara ini bisa bermanfaat bagi semua dan makin meningkatkan silaturahim di antara sesama anggota Keluarga Besar Alfityan School Tangerang.

Minggu, 27 Maret 2016

Tingkatkan Skill Anda untuk Jawab Tantangan Dunia Bisnis Saat Ini

Berbagi ilmu adalah hal yang sering dilakukan oleh Indari Mastuti, seorang CEO salah satu bisnis di bidang penulisan dan bisnis. Indari berbagi ilmu dan pengalamannya dalam membangun bisnis kepada para pebisnis perempuan. Serta tak lupa pula berbagi tips-tips dalam menghadapi bebagai kendala dalam menjalankan bisnisnya.

sumber: FP Indscript News Update Online
Kegiatan berbagi ilmu ini dilakukan Indari lewat berbagai komunitas menulis dan bisnis yang diikutinya. Ada pelatihan yang diberikan scara gratis dan ada pula pelatihan yang berbayar. Menurut Indari, di tengah sulitnya kondisi ekonomi saat ini, satu-satunya yang bisa menyelamatkan bisnis anda adalah dengan meningkatkan SKILL. Bukan lagi hanya modal uang, juga bukan lagi sekedar barang yang bagus untuk dijual.

Lalu skill apa saja yang dibutuhkan untuk bisnis saat ini? Bagaimana cara mendapatkan skill tersebut? Jawabannya tentu saja dengan menambah ilmu di bidang bisnis yang anda geluti saat ini. Jadi, jangan ragu untuk memperbesar 'belanja ilmu' anda. 

Salah satu tempat Indari berbagi ilmu bisnis ini adalah lewat Indscript Training Center. Pada akhir  Bulan Februari 2016 lalu, Indscript membuat inovasi baru dengan meluncurkan paket training serba 100ribu. Anda bisa mengikuti Training bisnis dengan berinvestasi Rp.100.000,-/ training.

Ada 16 tema pelatihan di bidang bisnis yang bisa anda pilih. Tema-tema tersebut adalah:
1. Memulai Bisnis dari Nol
2. Get 100 Reseller
3. Status jadi Duit
4.  Satu kali Nyetatus Langsung Closing
5.  Memprospek Langsung Deal
6.  Copywriting For Direct Selling
7.  Complain Langsung Closing
8.  Sales Plan
9.  Busy Nggak Bikin Keki
10. Omzet Puluhan Juta/ Bulan, Bagaimana?
11. Cepat balik Modal
12. BC Langsung Closing
13. Time Management Ibu Rumah Tangga
14. 7 Kesalahan dalam Mengelola Keuangan
15. Berani Jualan Online
16. 1 Bulan Naik Omzet

Untuk mengikuti Training Bisnis ini anda tidak perlu repot datang ke tempat pelatihan. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan dengan metode voice training via whatsapp. Kelas di setiap training akan berlangsung sekitar 2 jam. Peserta diharapkan langsung mempraktekkan ilmu yang didapat lewat training ini. Setelah training, masih ada pendampingan selama 2 minggu bagi peserta yang ingin berdiskusi dengan Indari.

Bagaimana, anda tertarik untuk meningkatkan skill lewat training bisnis ini? Untuk info lebih lanjut anda bisa menghubungi konsultan Indscript via inbox di FP Indscript News Update Online. Yuk, tingkatkan skill anda, dan jawab tantangan dunia bisnis saat Ini.

Senin, 23 November 2015

Training Online, Belajar Tanpa Batas Jarak dan Waktu

Banyak cara untuk bisa mendapat ilmu. Bisa dengan cara belajar di jenjang pendidikan formal, mengikuti kursus dan seminar atau bahkan bisa juga dengan cara otodidak. Semua orang berhak untuk menambah ilmu dan mengembangkan keahliannya.

Tapi bagi seorang perempuan yang sudah menikah, apalagi yang sudah mempunyai anak,  adakalanya keinginan untuk menambah ilmu tersebut sulit untuk dilaksanakan. Terbatasnya waktu untuk pergi jauh dari rumah adalah salah satu kendala bagi mereka. Untuk menjawab masalah ini Indari Mastuti, seorang Writer Business Specialist, mengembangkan sebuah Training Online khusus untuk perempuan.

Training yang diadakan oleh Indari ini mengangkat tema seputar penulisan dan bisnis. Beberapa training yang pernah diadakan adalah Banjir Order Tiap Hari, Bikin FB Personal Jadi Nominal, Omzet 100 Juta/Bulan, Gimana?, Membangun Konsumen Loyal, 10 Rahasia Jualan Tetap Laku, dan masih banyak lagi.

Banyak manfaat yang didapatkan dengan adanya training online ini. Para perempuan yang berada jauh di pelosok bisa menambah ilmu mereka tanpa harus memikirkan akomodasi untuk bisa sampai ke tempat training. Sementara perempuan yang punya seabgreg kegiatan, entah itu di kantor atau pun di rumah, tetap bisa ikut training di sela-sela kegiatan mereka. Khusus untuk ibu-ibu yang tidak bisa meninggalkan rumah karena harus menjaga buah hati mereka, tetap bisa ikut berpartisipasi tanpa harus meninggalkan rumah mereka.

Belajar lewat training online bersama Indari Mastuti dilaksanakan dengan cara mengikuti kelas selama kurang lebih 1 jam. Salah satu media yang sering digunakan adalah grup di facebook yang anggotanya khusus peserta training tertentu. Peserta berinteraksi dengan Indari Mastuti lewat materi yang dibagikan di grup tersebut. 

Yang menjadi ciri khas dari training ini adalah 'dari perempuan untuk perempuan'. Mulai dari pengajar hingga pesertanya semuanya perempuan.

Menurut Indari, ada tantangan tersendiri saat dirinya menjadi mentor training online. Salah satu tantangan itu adalah bagaimana membuat peserta yang tidak bertatap muka langsung mau aktif selama pelatihan. Perempuan yang merupakan pendiri Indscript Creative ini sering melemparkan beberapa pertanyaan tentang bisnis kepada para peserta. Dengan demikian diharapkan peserta akan menjawab serta berbagi pengalaman tentang bisnis mereka.

Pasca training, para peserta tetap bisa berkomunikasi dan berdiskusi dengan Indari melalui inbox online. Jadi peserta tidak perlu khawatir jika masih ada yang ingin ditanyakan setelah training berakhir. 

Yuk, perempuan Indonesia, tambah ilmu anda lewat training online ini karena dengan training ini jarak yang jauh dan waktu yang sempit bukan lagi sebuah masalah.

Jumat, 25 September 2015

Bermimpi, Berjuang dan Raih Kesuksesan

Mimpi...adalah kunci
Untuk kita menaklukan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya....
(Laskar Pelangi, Nidji)

Penggalan lagu Laskar Pelangi di atas menggambarkan semangat perjuangan dalam mencapai mimpi. Mimpi di sini bisa diartikan sebagai sebuah cita-cita. Bagi para pembaca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini tentu paham bagaimana perjuangan anak-anak di suatu kampung di Belitong agar tetap dapat bersekolah.

Sementara bagi yang pernah menonton Film dengan judul yang sama, tentu juga bisa memahami perjuangan anak-anak Belitong itu lewat adegan menarik yang ditampilkan di Film yang di sutradarai oleh Riri Riza tersebut. Dengan segala keterbatasan, anak-anak di sana berjuang untuk tetap bisa belajar dan berharap bisa meraih mimpi mereka. 

Berbagai tantangan di alami anak-anak Belitong itu, mulai dari gedung sekolah yang tidak memadai, kehidupan keluarga yang pas-pasan, hingga harus mematahkan pandangan bahwa anak-anak kampung tidak perlu bersekolah karena nantinya tetap akan menjadi kuli.

Tapi anak-anak itu tetap bersemangat, mereka tetap belajar hingga nanti di akhir cerita ada salah satu tokoh yang berhasil melanjutkan sekolah bahkan sampai mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri. Siapa sangka anak kampung dari Belitong bisa menginjakkan kakinya di tanah Eropa?

Sesungguhnya semangat perjuangan di atas bisa kita terapkan pada kehidupan sehari-hari, walaupun dengan kondisi yang berbeda-beda. 

Sumber: https://id.linkedin.com/
Semangat perjuangan seperti ini pun diterapkan oleh seorang pengusaha sukses yang bernama Aldi Ferdian. Dia mengatakan bahwa mimpi terbesarnya adalah membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka. Melalui perusahaan yang sekarang dipimpinnya, Aldi telah banyak membantu orang lain dalam mewujudkan mimpi untuk memiliki usaha sendiri. Bantuan aldi pada orang-orang tersebut adalah dalam hal pendanaan bagi usaha mereka.

Kesuksesan Aldi ini tidak diperolehnya dengan mudah. Berbagai perjuangan telah dilaluinya ketika harus mencoba berbagai macam bidang pekerjaan sebelum akhirnya sukses seperti sekarang ini. Pekerjaan sebagai sopir antar jemput anak sekolah, karyawan bank, bisnis komputer hingga mendirikan sebuah Production House pernah dilakoninya.

Selama melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut Aldi juga pernah mengalami kegagalan dan mendapatkan tantangan berat. Namun, Aldi tetap fokus pada mimpi terbesarnya.

Akhirnya perjuangan Aldi tidak sia-sia, saat ini perusahaan yang dipimpinnya sukses mendanai berbagai proyek. Jenis proyek tersebut tidak terbatas pada satu bidang bisnis saja. Beberapa bidang bisnis yang didanai perusahaan ini antara lain bisnis di bidang Jasa Tour and Travel, perkebunan jamur tiram, property dan media digital.

Nah, bagaimana dengan anda, sudah kah anda berjuang untuk meraih mimpi anda?

Indari Mastuti, Penulis Yang Jago Bisnis

'Penulis Harus Bisa Berbisnis dan Pebisnis Harus Bisa Menulis'

Kalimat ini adalah slogan yang sering disebut di Indscript Creative, perusahaan di bidang bisnis penulisan yang didirikan oleh Indari Mastuti.

Sumber: Facebook Indari Mastuti
Terkait dengan slogan tersebut, Indari yang merupakan pendiri komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB) ini, mengembangkan bisnis tulisan sejak tahun 2007. Alasannya mengembangkan bisnis penulisan ini adalah karena menulis merupakan passionnya. Selain itu Indari juga ingin menjadi jalan bagi orang lain yang ingin menulis tapi tidak tahu caranya. Saat itu bisnis penulisan merupakan bisnis yang tak biasa karena memang belum ada perusahaan agensi naskah sebelumnya.

Banyak orang yang bertanya-tanya ketika Indari memperkenalkan diri sebagai pemilik agensi naskah. Mereka belum paham apa itu agensi naskah. Indari dan timnya tak kenal lelah untuk mengedukasi calon konsumennya. Akhirnya mereka pun bisa menikmati hasil kerja keras mereka, sekarang ini Indari dikenal sebagai Writer Business Specialist yang sukses.

Seperti bisnis pada umummnya, bisnis ini pun pernah mengalami titik terendah yaitu saat omzet perusahaan jeblok sementara biaya operasional tinggi. Saat itu bisnis menjadi tidak sehat. Tak kenal putus asa Indari dan timnya mencari solusi agar kondisi bisnis yang tidak sehat ini bisa ditanggulangi.

Langkah-langkah yang dilakukan Indari untuk mengatasi kondisi ini adalah:
1. Menyempurnakan kembali business plan perusahaan untuk menggali potensi apa yang bisa menjadi market dan menghasilkan uang. Tindakan nyata yang dilakukan untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mengubah Indscript yang tadinya hanya agensi naskah menjadi jasa copywriting. Dengan demikian makin banyak peluang yang bisa diambil.

2. Indari mengikuti berbagai kompetisi bisnis untuk mengerek brand Indscript. Di setiap kesempatan Indari selalu menargetkan untuk menjadi juara. Target ini berhasil diraihnya, selama tahun 2010-2012 Indari menjadi juara di berbagai kompetisi bisnis. Nama Indscript jadi makin dikenal, uang hadiah sebagai juara pun menjadi pemasukan bagi perusahaan.

Langkah-langkah perubahan inilah yang dilakukan Indari Mastuti yang akhirnya berdampak positif pada kondisi perusahaan.

Menjalankan bisnis memang tidak mudah, apalagi jika bisnis tersebut adalah bisnis yang tidak biasa. Namun bagi Indari, jika sebuah bisnis dilakukan atas nama passion, Insya Allah akan berjalan lancar. Walaupun nanti ada hambatan dan kerugian, kita akan lebih mudah mengatasinya.